(Renungan) Bersukacitalah Bersama Aku
”Bersukacitalah bersama aku,
sebab aku telah menemukan dombaku yang hilang itu.”
(Luk. 15:6)
Bacaan Pertama: Flp. 3:3-8a
Mazmur Tanggapan: Mzm. 105:2-3.4-5.6-7
Bacaan Injil: Luk. 15:1-10
Di media sosial sering kita membaca tentang keluarga yang mencari anggotanya atau peliharaannya yang hilang dan tidak diketahui keberadaannya. Karena yang hilang itu begitu berharga dan dicintai, maka ketika akhirnya ditemukan dan dibawa pulang, yang muncul tentu bukan kemarahan, melainkan kelegaan dan sukacita.
Hidup kerohanian seseorang juga dapat 'hilang'. Ia tetap berada di tengah keluarga, tetap beraktivitas, bahkan mungkin masih datang ke gereja. Namun, perlahan-lahan hatinya menjauh dari Tuhan. Doa mulai ditinggalkan dan dosa dianggap biasa. Sering kali seseorang baru menyadari bahwa dirinya telah jauh dari Tuhan ketika hidup mulai terasa kosong.
Yesus mengumpamakan orang berdosa yang bertobat dengan domba yang hilang, yang ditemukan oleh gembalanya. Setelah menemukannya, ia lalu meletakkan domba itu di atas bahunya dengan gembira. “Bersukacitakah bersama aku, sebab dombaku yang hilang telah kutemukan.” Bagi sang gembala, seekor domba sangat berharga. Yesus juga berkisah tentang perempuan yang bersukacita setelah menemukan satu dirhamnya yang hilang. Satu dirham adalah upah kerja sehari. Bagi perempuan ini yang hanya memiliki sepuluh dirham, tentu satu dirham sangat berharga. Yesus kemudian menegaskan bahwa di surga ada sukacita karena satu orang berdosa bertobat.
Mari kita memeriksa batin dan tidak tergesa-gesa menyimpulkan bahwa kita termasuk dalam golongan 99 domba yang baik-baik saja atau bukan. Setiap kali kita jatuh dalam dosa, sesungguhnya kita seperti domba yang mengambil jalannya sendiri dan memisahkan diri dari Tuhan, Sang Gembala. Mari kita pulang ke jalan Tuhan, dengan mengakui dosa-dosa kita di hadapan-Nya. Biarlah Ia menggendong kita kembali di atas bahu-Nya dan seluruh surga bersukacita.
Ketika kita ditemukan kembali oleh Tuhan, kita seharusnya juga bersukacita. Sebab, kita bukan sekadar menemukan jalan pulang, melainkan mengalami kasih Allah yang tidak pernah berhenti mencari dan menantikan kita.
Mari kita renungkan, apakah kita masih mencari jalan untuk kembali? Langkah pertobatan apa yang sungguh-sungguh akan kita lakukan mulai hari ini?
Doa:
Tuhan Yesus, tuntunlah kami kembali kepada-Mu ketika kami tersesat. Berilah kami kerendahan hati untuk mengakui dosa, keberanian untuk bertobat, dan kekuatan untuk hidup dalam kasih-Mu. Jadikanlah kami juga pembawa sukacita bagi mereka yang sedang menemukan jalan pulang. Amin.
Tuhan Yesus, tuntunlah kami kembali kepada-Mu ketika kami tersesat. Berilah kami kerendahan hati untuk mengakui dosa, keberanian untuk bertobat, dan kekuatan untuk hidup dalam kasih-Mu. Jadikanlah kami juga pembawa sukacita bagi mereka yang sedang menemukan jalan pulang. Amin.

Komentar
Posting Komentar